PERKARA BESAR

•May 9, 2009 • Leave a Comment

(Diambil dari www.maqdalene.net, penulis : DR. Maqdalene. Kawotjo)

Saya sering membersihkan daerah istana dapur kami, banyak barang yang dibiarkan numpuk, berdebu, dan tidak beraturan. Jadi kalau pas abis masak dan mau nyuci perangkatnya, mata saya melihat keliling dan mulai menyikat sisi magic jar yang lumutan, tetesan airnya dari tongolan yang sudah numpuk dan kalau netes baunya aujubilemak, bersihin pinggiran tempat cuci piring, menyikat juicer, membereskan tempat bumbu, ganti tatakan ini itu. Saya juga sering membongkar isi kulkas, karena saking sibuknya asisten-asisten saya sehingga mereka mungkin nggak punya sisa banyak waktu untuk menyortir. Jadi sayalah yang suka bongkar-bangkir dan mendapatkan buah yang sudah melenyék, sudah berbulu, sudah berair di dalamnya. Saya sering dapatin wortel, timun, bumbu pawon, atau seikat sayur asem mentah yang sudah kadaluwarsa. Juga banyak yang lain yang harus saya evakuasi. Antara sedih karena kami harus membuang beberapa makanan dan bahan makanan seperti itu (tidak banyak sih, karena saya khususnya sangat berhati-hati dalam mengelola uang yang Tuhan percayakan kepada kami) – di lain pihak saya juga kasihan ama mereka, karena saya nggak mau paksain mereka kerja paksa – mereka sendiri sudah sangat sibuk dengan berbagai pekerjaan, jika ditambah ngurusin yang detil seperti ini mungkin mereka bisa ‘bengkok-bengkok’.

Suatu kali waktu saya jalan ama temen deket saya, dia bilang bahwa anaknya suka minta beli roti, lalu kalau makan ayam KCF suka nggak abis dan dibuang-buang. Juga banyak makanan di rumah, kayak lauk dibuang-buang juga. Lalu sambil menghentikan langkah kami dia noleh dan mandeng muka saya serius, tanyanya: “Maq, menurutmu dosa nggak sih saya buang-buang berkat Tuhan? Dulu waktu kami kesusahan nggak gitu, tapi setelah diberkati kok gini yah….” Saya rasa dia bisa menjawab pertanyaannya sendiri, buktinya hati nuraninya sudah menuduhnya.

Emang saya liat kebiasaan orang Indonesia malu untuk bawa “doggy bag” (minta styrofoam dari restoran yang bersangkutan untuk makanan sisa yang bisa dibawa pulang). Saya jadi inget rekan pelayanan saya cowok pernah cerita gini: Ada seorang Bapak minta styrofoam dari restoran, karena ada sisa gurame dan ayam beserta seluruh tulang-tulangnya. Dia bilang untuk “doggy kami di rumah”. Lalu anaknya yang masih innocent nyaut kenceng-kenceng, “Pak, kita khan nggak punya doggy!!!” Hushhhh!!!! bapaknya marah sambil ngeloyor muka padam. Dasar ucok malu-maluin bapak’e.

Pada saat saya dan asisten-asisten mendapatkan kesempatan baik saat duduk makan, saya mengajarkan sedikit ‘perumpamaan’. Karena di atas kulkas itu ditumpuk banyak bumbu-bumbu dan kalengan dan teh, buku belanja dan entah apa lagi, saya bilang bahwa kain alas kulkas yang saya beli waktu pelayanan di Pekalongan jadi kotor. Karena nggak diperhatikan dan nggak diberi alas untuk menjaga agar debu yang tertimbun bukan numpang di kain rajut tapi di plastik atau kertas yang cantik. Jadi saya minta agar rajut itu dibongkar, di-laundry, lalu mulai ditata rapi.

Mereka ngeliat saya kayaknya dengan mimik geli. Saya tahu, mungkin maksud mereka ah, rumah imut, masih juga ngontrak, barang juga masih yang plastik-plastik dan belum yang kristal aja kok susah-susah amat pake dirapiin dan dibagus-bagusin segala. Mbok ya nunggu kalau udah punya rumah baru, rumah sendiri, rumah yang gedhe, istana, baru….. terserah elu deh.

Mereka sih nggak bilang begitu, tapi saya mau bantu cara pikir mereka yang mungkin salah dan harus berubah sesegera mungkin. Jadi saya mulai perkuliahan singkat di meja makan perlahan-lahan yang saya harap akan merubah paradigma. Saya yakin hundred persen mata kuliah ini berhubungan dengan bagaimana bisa dipercaya menangani perkara-perkara BESAR. Sambil liat mereka ngunyah sup campur dan krupuk, saya mulai buka mulut: Jika dengan membersihkan barang-barang kita yang masih sederhana seperti ini, Tuhan akan mempercayakan barang-barang yang lebih baik lagi. Tapi jika kalian dipercaya motor tapi nggak pernah diservis, nggak dicuci, nggak diurus, nggak dipanasin, mana mungkin Tuhan berpikir akan mempercayakan sebuah mobil? Yang kecil aja nggak diurus, gimana nantinya kalau dipercaya barang yang membutuhkan tanggung jawab yang lebih rumit? Demikian juga dengan pakaian, uang, keluarga, makanan, pelayanan, tubuh, anggota tubuh, kesehatan, dll.

Semua yang kecil ini berkaitan dengan yang besar di kemudian hari; dan yang kecil ini tidak pernah tidak ada kaitannya dengan penilaian Tuhan. Karena apa pun yang kita lakukan nggak pernah lolos dari pengamatan Tuhan, semua yang terjadi dalam kehidupan kita diatur oleh Tuhan – jadi yang besar itu dimulai dari yang kecil. Dan kepercayaan besar pun yang memberi adalah Dia yang melihat bahwa kita setia dan bertanggungjawab dengan yang kecil.

Ambillah contoh tadi tentang makanan, pada waktu kita nggak kelimpahan kita irit banget, tapi setelah diberkati kita kurang menghargai kepercayaan Tuhan dan membuang sisa-sisa. Menurut kalian, apa yang akan kau perbuat jika engkau jadi Tuhan? (Ya nggak bakal sih, tapi ini cuman misal… jadi yang sudah buang-buang jangan sewot kalau disuruh bayangin jadi Tuhan).

Misalnya Anda jadi Tuhan, liat anak satu ini doa nangis-nangis tiap hari minta berkat ingin kaya, akhirnya tergeraklah hatimu dan memberkatinya. Tapi saat udah diberkati, dia mulai foya-foya, nggak ada penting-pentingnya suka keluyuran buang duit ke mall terus berburu barang-barang. Maka Anda sebagai Tuhan pasti mikirin anak macem gini bakal he..he..setress (karena emang Anda bukan Tuhan beneran, jadi bisa setress) Nah, setelah melihat dia menghabiskan uang berkat yang seharusnya dipakai untuk kepentingan Kerajaan Sorga dan taat kepadamu untuk menjadi pengelola kekayaanmu, – apa boleh buat, mau tidak mau engkau harus melaksanakan apa yang “kau” firmankan sendiri, yaitu : “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Ibrani 12:6

Ini yang saya amati pada kehidupan beberapa banyak anak Tuhan di Indonesia. Mereka selalu beli barang ber-merk demi prestige, bukan demi kebutuhan pakai. Mereka ingin menutupi dirinya dengan barang yang “kelihatannya” mewah dan dapat dipandang untuk dinilai orang lain bahwa dia “mampu”. Bahkan nggak sedikit yang secara nggak sengaja “mengelabuhi” orang dengan memakai barang tiruan. Lho, pakai barang bajakan sih mungkin sudah umum yah, tapi fokus untuk mengelabuhi itu sendiri kurang dapat dimengerti. Kalau memang mau beli karena suka modelnya sih nggak apa, tapi kalau udah ke”makan” merk, itu udah nggak wajar. Ini sih menurut saya sendiri, dan nggak ada hubungannya dengan ayat.

Akhirnya saya mengamati bahwa orang-orang yang mengeluarkan uang tanpa perhitungan, kekayaannya “ditarik” kembali ama Tuhan, dan mereka jadi miskin-kin tenan. Ada seorang ibu gembala yang hidupnya bergelimpangan kemewahan, dan waktu dicabut kembali kekayaannya, dia masih seakan hidup dengan gaya high class. Tapi khan nggak mungkin bisa bertahan lama? Jadi akhirnya, akhirnya (karena lama banget dia nyerahnya)… akhirnya, dia jual gorengan semacam pastel, lumpia dan diserahkan ke orang lain untuk dijajakan.

Ada contoh nyata lagi. Waktu saya naik mobil ama beberapa temen di daerah Ketapang, ada seorang Om Tiong Hoa membawa mangkok dan keliling di mobil-mobil yang sedang terhenti karena lampu merah. Salah satu temen yang semobil bilang begini: Wah, jangan sampai Om itu liat saya, karena dulu saya bikin cincin nikah di toko emas dia. Saya nggak enak kalau dia sampai malu, karena kami kenal baik, dulu dekat banget. Dulu dia kaya tapi suka foya-foya, dia “jajan” dan bawa penyanyi-penyanyi asal Taiwan, lalu pergi ke Hong Kong untuk dapetin cewe yang mahal-mahal. Wah, nggak nyangka kok bisa ya dia sepertinya terpuruknya fatal gitu. Khan biasanya orang Cina kalau udah ludes masih bisa bangkit lagi. Tapi ini kok bener-bener ambruk.

Banyak sih cerita lain, tapi saya rasa 2 itu aja udah mewakili bagaimana kita harus bertanggung jawab dengan perkara kecil yang Tuhan percayakan kepada kita. Dan kalau udah dipercaya perkara besar, harus tetap dapat dipercaya, karena berkat itu bukan semuanya milikmu, engkau hanya numpang terberkati, tapi dalam spending your money, hendaklah selalu bertanya kepada Tuhan, mana yang harus dibelanjakan, mana yang harus dibeli dan kemana harus pergi.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Lukas 16:10

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius 25:23

Nah.. itu tadi sebuah artikel yang saya ambil atas seijin penulis. Saya sangat kagum dengan renungan-renungan yang beliau tulis, dan buku-buku serta pengajaran dari beliau, begitu radikal di dalam Tuhan, begitu kena di setiap sisi kehidupan saya, tapi kembali lagi kepada pribadi kita masing-masing, seberapa nyangkutkah firman Tuhan yang diberitakan di hati kita?

Ketika membaca artikel ini, saya merasa tertempelak dan saya bersyukur Roh Kudus mengingatkan saya akan apa yang sedang terjadi dalam hidup saya ini. Sebenarnya semua kekacauan dalam hidup saya belakangan ini karena saya sudah tidak setia lagi akan perkara kecil yang Tuhan berikan. Maunya hanya melakukan perkara besar, timbulah “kesombongan” dalam diri saya tanpa saya sadari. Sekarang saya harus mulai belajar setia dalam perkara kecil, dan hal itu ternyata tidak mudah, diperlukan hati yang benar-benar tulus, iklas, dan kerendahan hati. Satu hal saya percaya proses yang sedang saya alami ini adalah sebuah rancangan Tuhan yang indah dalam hidup saya dan Tuhan tidak pernah merancangkan kecelakaan terhadap saya, karena Tuhan itu baik. Semoga artikel ini dapat menjadi berkat bagi para pembaca.

Mofiria, Otentikasi Berdasarkan Pembuluh Darah

•April 27, 2009 • Leave a Comment

Setelah lama ga nulis posting di blog, kali ini saya sempatkan untuk menulis biar ga numpuk maleznya hehehe…Ok, sekarang kita sedang kedatangan inovasi baru dari Sony, yaitu sebuah teknologi keamanan yang diklaim lebih aman dibanding sidik jari. Namanya Vein Authentication Technology (mofiria), dimana teknologi ini menggunakan sidik pembuluh darah (vein) yang berada dalam tubuh manusia.

Di jaman sekarang, teknologi terus berkembang dengan semakin cepat, wah kalau ga giat mencari berita bisa-bisa ketinggalan jaman nih… ok, kembali ke topik kita, berkaitan dengan masalah keamanan, banyak metode-metode digunakan untuk mengenali seseorang, contohnya: melalui suara, sidik jari, mata, wajah, tulisan tangan, dan sekarang melalui pembuluh darah…ck…ck.. mungkin kelak akan ditemukan metode pengenalan berdasarkan bau nafasnya kali..yekh!!!

Berbeda dengan sidik jari, teknologi ini bebas kendala fisik pada tangan manusia, seperti kulit terkelupas atau tangan kotor. Mofiria menggunakan metode unik dimana sensor Complimentary Metal Oxide Semiconductor (CMOS) secara diagonal menangkap cahaya yang tersebar pada pembuluh darah di jari. Pola vein diambil dari pembuluh darah pada jari yang disensor, kemudian ukurannya dikompresi sekitar sepersepuluhnya untuk di simpan di memory.
Pengujian telah menunjukkan “mofiria” untuk mencapai sebuah otentikasi akurasi kurang dari 0,1% untuk FRR (False Penolakan Rate), kurang dari 0,0001% untuk FAR (False Acceptance Rate), dan proses untuk identifikasi waktu sekitar 0,015 detik bila menggunakan standar prosesor PC, atau 0,25 detik pada ponsel prosesor.
Sony berencana untuk mempromosikan teknologi Mofiria di ponsel, sistem gateway, dan layanan solusi. Kabarnya teknologi ini akan mulai diterapkan di tahun 2009.. kalau begitu kita tunggu aja…ok!!

Mofiria

Google Translate menjangkau Indonesia sejak 2008

•April 11, 2009 • Leave a Comment

Google Translate

Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, Google Translate kini mendukung penterjemahan bahasa dalam bahasa Indonesia, meskipun masih dalam versi beta. Kini anda tidak perlu lagi khawatir karena kesulitan menterjemahkan berbagai bahasa ke dalam bahasa Indonesia atau dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa lain. Anda dapat mengakses layanan penterjemahan ini melalui URL http://translate.google.com/. Tidak hanya menterjemahkan bahasa, namun juga menterjemahkan seluruh bahasa dalam sebuah web. Bagi para pengembang web atau web developer, kini tidak perlu lagi repot-repot mengembangkan web dengan multi bahasa, cukup dengan bahasa si developer, para pengunjung web dapat mengalih bahasakan ke dalam bahasa lain melalui google translate ini.

Jika dibandingkan dengan software komersial translate bahasa yang banyak beredar, google mengklaim berbeda dengan mereka. Mereka biasanya mengembangkan berdasarkan pendekatan aturan-aturan tertentu dan memerlukan banyak kerja untuk mendefinisikan vocabulary dan grammar. Google translate menggunakan pendekatan yang berbeda karena lebih mendekatkan pada sample terjemahan oleh manusia, yang selanjutnya dilakukan pembelajaran teknik statistik untuk menghasilkan model terjemahan. Tentu saja dengan data jutaan kata atau text. Selengkapnya baca Metode Google translate.

Dengan pendekatan itu google mengklaim kelebihannya yaitu skalabilitas. Sehingga meski awalnya hanya beberapa bahasa, bisa ditambah dengan berbagai bahasa di dunia dengan hasil yang cukup bagus. Selengkapnya bisa dibaca blog goolge tentang hal ini disini

Google Translate menambahkan 11 bahasa baru: Indonesia, Filipina, Yahudi, Indonesia, Latvia, Lithuania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Ukraina dan Vietnam. Google translate sekarang mendukung 35 bahasa dan anda dapat menggunakannya untuk menerjemahkan teks antara kombinasi bahasa apapun.

Dalam kebanyakan kasus, Google menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa perantara, sehingga ketika menerjemahkan teks dari Indonesia ke Vietnam, Google menerjemahkan teks ke Bahasa Inggris dahulu, lalu kemudian menerjemahkan hasil tersebut ke bahasa Vietnam.

Nah, masih ada yang bermasalah dengan bahasa??? Coba aja Google Translate!!

Eko Ramaditya Adikara?

•April 10, 2009 • 4 Comments

Sudah pernah dengar nama “Eko Ramaditya Adikara” ? Beliau adalah seorang jurnalis, dan komposer untuk musik game… dan juga seorang tunanetra!! Wow… saya sempat terkagum-kagum dengan Rama (panggilan akrabnya). Beberapa hari yang lalu saya melihat sekilas tayangan tentang Rama di acara “Bukan Empat Mata” yang di bawakan oleh Tukul. Dari tayangan tersebut, saya langsung tertarik untuk mengetahui sosok Rama lebih lanjut.

Demikian sedikit kutipan tanya jawab seputar kondisi yang dialaminya:

TANYA: “Maaf, tapi apakah Anda menyesal dengan kondisi cacat yang sekarang Anda derita?”.
JAWAB: “Kenapa harus menyesal? Lagipula, menyesal tidak ada gunanya. Saya yakin kalau ini adalah karunia terbaik yang diberikan Allah. Karena hilangnya
fungsi penglihatan, saya jadi terhindar dari berbagai dosa mata. Selain itu, semangat hidup saya jadi meningkat karena dengan kondisi seperti ini, otomatis
saya harus bekerja dua kali lebih keras dari orang normal Kalau seandainya saja saya melihat, bisa jadi saya malah sombong, atau bahkan tidak punya semangat
seperti sekarang. Boleh buta mata, tapi jangan sampai buta hati.”

Saya tidak akan membahas mengenai kondisi fisik nya, tetapi sisi lain kehidupannya yang “menakjubkan”.

Sebuah pernyataan yang tegar dan penuh semangat bukan!! Bagaimana caranya seorang yang memiliki keterbatasan fisik (tunanetra) dengan hanya memiliki 10% kemampuan untuk melihat, mampu menulis blog (lihat blog nya di ramaditya.com), mengaransemen musik melalui komputer, membaca buku, dll. Kondisi dirinya tidak membuat Rama putus asa dan menyerah dengah keadaanya. Rama memiliki status sebagai sound engineer lepas untuk perusahaan game Nintendo, sebuah pencapaian yang sangat mengagumkan!! Kemampuannya di bidang music menurut saya merupakan keseimbangan yang diberikan Tuhan, yang menandakan bahwa Tuhan tidak begitu saja membentuk manusia tanpa diberi talenta, dan tujuan dalam hidupnya.

Ketika ditanya jenis alat musik apa yang dikuasainya, jawabannya adalah semua jenis alat musik tiup! Wush!! ck.ck..ck.. Saya satu aja ga bisa lho!! kecuali niup peluit hehehe…. Selain bermain musik, Rama juga ahli di bidang komputer, Rama mampu mengoperasikan berbagai pengolah kata, pengolah data, spreadsheet, aplikasi pembuat musik, multimedia, messenger, bahkan berselancar di internet dan mendesain situs. Penulis juga dapat bercakap-cakap via messenger, burn CD/DVD, melakukan konversi audio/video, dan belajar beberapa bahasa pemrograman seperti Visual Basic dan Visual C++. Nah lho!! bahasa pemrograman bo!! Betapa hebat nya Rama ini, sepintas tidak seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik bukan?

Rama juga dapat membaca media cetak sendiri loh!! gimana caranya yah? Caranya, pertama-tama media cetak tersebut di scan kemudian dengan memanfaatkan teknologi OCR (Optical Character Recognition), apa sih OCR itu? wah gimana, Rama aja tau!! OCR itu teknik pengenalan tulisan di dalam gambar menjadi teks, dan hasilnya dapat disimpan dalam format teks atau MS-Word, yang dapat dibaca oleh screen reader, nah begitu prosesnya!! Salut Rama kamu kreatif banget!!

Nah sekarang setelah mengetahui kisah Rama, bagaimana keadaan tidak dapat membatasi dan menghentikan dia untuk berkarya, bagaimana dengan kita yang di anugerahi Tuhan dengan kondisi fisik yang sempurna, dan talenta yang segudang? Oleh karena itu, jangan sia-siakan talenta dan anugerah Tuhan dalam hidup kita, saat kita mau berusaha, pasti Tuhan buka jalan. Mumpung kita masih muda, dan masih memiliki tenaga, peluang dan kreativitas, berkarya dan berprestasilah sebanyak-banyaknya.

Blind Power: Berdamai dengan Kegelapan adalah sebuah judul buku yang ditulis oleh Rama, ingin tau kisah Rama lebih lanjut, apa yang jadi motto hidupnya, bagaimana perjalanannya menuju ke kesuksesannya?? Beli aja buku ini, pasti termotivasi deh, dan kalau udah termotivasi jangan lupa beraksi hehehe…

Rama ketika diundang di acara Kick Andy

(Foto: Rama ketika diundang di acara Kick Andy)

Teknologi touchscreen terbaru: Multi-Touch

•April 6, 2009 • Leave a Comment

Apa sih multi-touch itu? Teknologi seperti apa yang dinamakan multi-touch ini? Penasaran abis nih, ok kalau gitu langsung aja!!! Multi-touch terdiri dari layar sentuh atau touchpad serta perangkat lunak yang menerima input lebih dari 1 titik. Hm… masih lum ngerti juga? Lanjut.. Multi-touch adalah sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna menggunakan lebih dari 1 titik sentuhan sebagai input nya, misalnya 2 tangan sekaligus atau paling tidak lebih dari 1 jari secara bersamaan. Lalu apa bedanya dibandingkan touchscreen?? Gini… Multi-touch bertentangan dengan teknologi touchscreen yang hanya menggunakan 1 titik sebagai input, misalnya ATM. Multi-touch dapat diterapkan dalam berbagai applikasi, saat ini banyak produsen notebook mulai meluncurkan produk notebook yang mengusung teknologi multi-touch, seperti asus, hp, dan masih banyak lagi. Hm… berarti kita tidak lagi memerlukan perangkat keras mouse dan keyboard untuk berinteraksi dengan komputer!! Keren dan pastinya lebih simple alias ga ribet dengan kabel keyboard dan mouse. Selain itu jari-jari tangan kita akan lebih leluasa untuk berinteraksi dengan komputer atau sebuah aplikasi.

Ketika melihat sebuah tayangan video tentang demo penggunaan teknologi multi-touch ini muka saya sampai seperti “orang ndeso” hehe… maaf ya buat orang-orang di desa, bukan maksud hati mengejek kalian, maksud saya melongo, wow…hebat sekali!!

Di video demo tersebut, diperlihatkan sebuah proses dimana pengguna menggunakan handphone sebagai media, dimana tidak diperlukan kabel data atau kegiatan “colok-mencolok” kabel di situ, cukup letakkan saja handphone tersebut ke atas meja besar berbasis multi-touch, dan semua hal yang ingin anda lakukan dapat langsung dimulai, seperti mendownload mp3, atau mendownload kontent lainnya ke dalam handphone tersebut, tinggal tarik aja dengan kedua tangan anda, selesai….

Sebuah contoh proses lagi yang ditayangkan di video tersebut, dengan media kamera digital. Sekali lagi, tanpa berurusan dengan kabel, tinggal taruh saja kamera tersebut di permukaan meja multi-touch, dalam sekejap semua gambar yang tersimpan di memory kamera tersebut langsung keluar tersebar di layar multi-touch tersebut dan siap untuk di edit, lalu ambil kembali kamera anda seperti mengambil gelas dari atas meja…ckckckc!!!! canggih boo!! Hehehe… maaf ya, saya emang rada “Lebay”….hehe

Yang terakhir demo tersebut berhubungan dengan kartu kredit, kali ini saya lebih mlongo lagi, masak kartu di lempar aja asal di meja multi-touch tersebut, lalu tinggal pesan makanan sesuai selera anda!!! Fuh…. luar biasa!!

Salah satu contoh kota yang telah menerapkan teknologi berbasis multi-touch adalah CityWall yang berada di pusat kota Helsinki. CityWall adalah layar multi-touch besar yang terpasang di pusat kota Helsinki yang bertindak sebagai antarmuka bagi masyarakat di lingkungan perkotaan untuk mengakses situs-situs di kota tersebut. CityWall menyajikan gambar, video, penjelasan dan diskusi tentang bagaimana alam di Helsinki. Hm… gimana yah kalau ada yang sepeti itu di pusat kota Solo tercinta ini???? pasti pada berkerumun di situ, trus akhirnya ga lama rusak hehehe… peace warga kota solo!!

Sedemikian canggihnya alat buatan manusia, berarti otak kita yang pemberian Tuhan ini jauuuuuuhhh lebih canggih lagi, dan anda tidak akan pernah tau seberapa canggihnya otak kita, sampai anda menggunakan semaksimal mungkin dan terbaik untuk Dia yang telah menganugerahkannya untuk kita!!

Aplikasi Multi-touch

step up 2 final dance

•March 30, 2009 • Leave a Comment

more about “step up 2 final dance“, posted with vodpod

August Rush

•March 30, 2009 • Leave a Comment

more about “August Rush “, posted with vodpod

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.